Abah Akhiri 16 Tahun Kebersamaan dengan Burgerkill

JAKARTA - Band metal asal Bandung, Burgerkill secara mengejutkan merilis kabar bahwa sang penabuh drum, "Abah" Andris secara resmi sudah tidak lagi bersama dengan grup musik yang berdiri sejak 1995 tersebut. Informasi terkait mundurnya Abah Andris itu disampaikan Burgerkill melalui laman Facebook resmi mereka.
"Setelah melalui proses yang baik dan atas kesadaran bersama untuk masa depan band, dengan ini Burgerkill memberitahukan bahwa pemain drum kami, Abah Andris telah resmi tidak lagi bersama Burgerkill," tulis pihak band di laman Burgerkill Official, Senin (30/5).
Sebelum Abah Andris, posisi drum Burgerkill pernah diisi oleh Dadan (1995-1996) dan Toto (1996-2005). Namun, dengan cabutnya Toto dari band yang awal berdirinya ber-genre hardcore ini, membuat Abah Andris yang sejak gabung pada tahun 2000 berperan sebagai bassis akhirnya didapuk menjadi drummer. Pada album ketiga "Beyond Coma and Despair" pun selain mengisi trek drum, Abah Andris juga melahap trek bass.
"Selama 16 tahun lebih Abah Andris membuktikan kecintaannya terhadap band ini lewat berbagai karya dan berbagai pencapaian prestasi yang luar biasa. Bagi kami, Abah Andris tetap menjadi bagian penting dari keluarga besar Burgerkill yang ikut mewarnai sejarah perjalanannya hingga di titik ini," terang Burgerkill.
"Dengan besar hati, kami menghormati keputusannya dan mendoakan yang terbaik di kemudian hari untuk Abah Andris sebagai sahabat yang banyak menginspirasi," Burgerkill menambahkan.
Kendati Abah Andris sudah resmi meletakkan posisinya sebagai drummer, namun Burgerkill akan tetap melanjutkan proses penulisan materi-materi lagu untuk album selanjutnya di studio, yang jadwalnya akan direkam akhir 2016. "Sebuah album yang kami siapkan sebagai bentuk kecintaan terhadap musik yang kami mainkan, dan didedikasikan untuk mereka semua yang telah memberikan kontribusi terbaiknya kepada Burgerkill," sambungnya.
"Terimakasih teman-teman semua atas segala dukungannya, semoga rencana-rencana Burgerkill di depan bisa terlaksana dan menjadi enerji baru yang baik bagi semua," tutup Burgerkill.
Sementara itu, pasca informasi resmi mundurnya Abah Andris dari Burgerkill, terdengar selentingan kabar bahwa saat ini pihak band sedang dalam proses pencarian penggantinya melalui audisi.
Jelang Rilis Album Baru, Hatebreed Unggah Video Klip

JAKARTA - Album ketujuh Hatebreed dengan titel The Concrete Confessionalmemang baru akan dirilis pada pertengahan bulan depan, namun salah satu lagunya,Looking Down The Barrel Of Today sudah mulai diperkenalkan melalui sebuah video klip, yang diunggah di Youtube pada Senin (25/4) malam WIB.
Video klip Looking Down The Barrel Of Today ini ditangani langsung oleh sutradara penuh pengalaman David Brodsky, yang pernah menggarap video klip sejumlah band cadas kenamaan seperti Cannibal Corpse, Whitechapel dan All That Remains.
Menurut laman Blabber Mouth, proses pengambilan gambar dilakukan di ruang latihan band di New Haven, Connecticut, Amerika Serikat pada awal bulan ini. Video klip yang juga digunakan sebagai sarana promosi album The Concrete Confessional itu diawali dengan kalimat pembuka "Welcome To Two Minutes And Forty-Seven Seconds With Hatebreed".
Di samping kalimat pembuka tersebut, terdapat juga sejumlah kalimat di beberapa bagian video klip yang ditulis langsung oleh sang vokalis Jamey Jasta sebagai pesan menjaga sikap mental yang positif.
Album The Concrete Confessional yang berisi 13 track dijadwalkan rilis pada 13 Mei mendatang melalui label Nuclear Blast. Sejumlah lagu dalam album ini banyak memberikan pandangan pragmatis terkait isu-isu krisis finansial dan resesi global, dan lagu berjudul A.D. merupakan titik kasusnya.
"A.D. adalah jalan yang di situ saya bisa menyuarakan rasa frustrasi saya tentang hilangnya kesempatan yang tersedia untuk rata-rata kaum lelaki," tukas Jasta di laman resmi Nuclear Blast saat meluncurkan video lirik A.D., 8 April lalu. "Dengan pemerintah dan bisnis besar yang tenggelam dalam korupsi dan keserakahan, rata-rata orang sedang diperas, sehingga impian menuju American Dream menjadi rendah dan kurang nyata."
"Kita semua perlu memperhatikan lebih dekat terkait apa yang telah para pemimpin terpilih kami lakukan," Jasta menambahkan.
Hatebreed merupakan band metalcore/hardcore yang lahir pada 1994 di New Haven, Connecticut, AS. Sebelum The Concrete Confessional, Hatebreed tercatat sudah melepas enam album penuh, antara lain Satisfaction Is the Death of Desire (1997),Perseverance (2002), The Rise of Brutality (2003), Supremacy (2006), Hatebreed(2009) dan The Divinity of Purpose (2013).
Album terakhir band yang beranggotakan Jamey Jasta (vokal), Chris Beattie (bass), Wayne Lozinak dan Frank Novinec (gitar) serta Matt Byrne (drum) ini meraup kesuksesan. Ya, The Divinity Of Purpose berhasil terjual 17.000 kopi di AS pada minggu pertama rilis dan mendarat di peringkat 20 The Billboard 200 chart.
Video klip Looking Down The Barrel Of Today ini ditangani langsung oleh sutradara penuh pengalaman David Brodsky, yang pernah menggarap video klip sejumlah band cadas kenamaan seperti Cannibal Corpse, Whitechapel dan All That Remains.
Menurut laman Blabber Mouth, proses pengambilan gambar dilakukan di ruang latihan band di New Haven, Connecticut, Amerika Serikat pada awal bulan ini. Video klip yang juga digunakan sebagai sarana promosi album The Concrete Confessional itu diawali dengan kalimat pembuka "Welcome To Two Minutes And Forty-Seven Seconds With Hatebreed".
Di samping kalimat pembuka tersebut, terdapat juga sejumlah kalimat di beberapa bagian video klip yang ditulis langsung oleh sang vokalis Jamey Jasta sebagai pesan menjaga sikap mental yang positif.
Album The Concrete Confessional yang berisi 13 track dijadwalkan rilis pada 13 Mei mendatang melalui label Nuclear Blast. Sejumlah lagu dalam album ini banyak memberikan pandangan pragmatis terkait isu-isu krisis finansial dan resesi global, dan lagu berjudul A.D. merupakan titik kasusnya.
"A.D. adalah jalan yang di situ saya bisa menyuarakan rasa frustrasi saya tentang hilangnya kesempatan yang tersedia untuk rata-rata kaum lelaki," tukas Jasta di laman resmi Nuclear Blast saat meluncurkan video lirik A.D., 8 April lalu. "Dengan pemerintah dan bisnis besar yang tenggelam dalam korupsi dan keserakahan, rata-rata orang sedang diperas, sehingga impian menuju American Dream menjadi rendah dan kurang nyata."
"Kita semua perlu memperhatikan lebih dekat terkait apa yang telah para pemimpin terpilih kami lakukan," Jasta menambahkan.
Hatebreed merupakan band metalcore/hardcore yang lahir pada 1994 di New Haven, Connecticut, AS. Sebelum The Concrete Confessional, Hatebreed tercatat sudah melepas enam album penuh, antara lain Satisfaction Is the Death of Desire (1997),Perseverance (2002), The Rise of Brutality (2003), Supremacy (2006), Hatebreed(2009) dan The Divinity of Purpose (2013).
Album terakhir band yang beranggotakan Jamey Jasta (vokal), Chris Beattie (bass), Wayne Lozinak dan Frank Novinec (gitar) serta Matt Byrne (drum) ini meraup kesuksesan. Ya, The Divinity Of Purpose berhasil terjual 17.000 kopi di AS pada minggu pertama rilis dan mendarat di peringkat 20 The Billboard 200 chart.